Sound Module (bagian 1)
Posted by Antoni Pasaribu pada 11 Agustus 2011
Sebelumnya saya sudah menuliskan artikel tentang CARA MEMBUAT SAMPLING, di artikel ini akan saya tulis tentang sound module dan akan saya bagi menjadi beberapa bagian, dengan harapan menjadi pembelajaran tentang sound module mulai dari pengenalan dasar sampai penerapan sound module di aktifitas bermusik.
A. APA ITU SOUND MODULE ?
Sound module atau modul suara berfungsi sebagai sumber penghasil suara. Bisa berupa hardware maupun software.
Format suara yang digunakan bermacam-macam, tergantung hardware dan software tersebut, ada yang berupa WAV, AIFF, Sf (soundfont), dll.
Sound Module ini bisa digunakan untuk :
- Sumber suara tambahan untuk dimainkan secara langsung maupun tidak langsung via koneksi MIDI.
Dimainkan secara langsung dalam artian sound module dibunyikan secara langsung serentak (realtime) dari satu atau lebih keyboard via koneksi MIDI.
Sedangkan dimainkan secara tidak langsung, sound module dibunyikan karena perintah dari pesan MIDI yang telah dibuat sebelumnya, contohnya dari song MIDI.
- Sound module bisa menjadi pilihan untuk perlengkapan yang ringkas dan ringan dibandingkan membawa beberapa keyboard. Contohnya saja sound module TRITON versi RACK, hanya berukuran 2U, tapi sound bank dan fiturnya sama dengan keyboard KORG TRITON yang menggunakan tuts. Ada banyak sound module versi rack yang dibuat oleh pabrikan, contohnya Roland JV-2080,dll
B. CARA MENGGUNAKAN SOUND MODULE
Untuk menggunakan sound module ini, terlebih dahulu kita harus memahami tentang General MIDI (GM). Khususnya dalam pengaturan variabel settingan channel dan pesan MIDI.
Dengan standart GM 1, ada 16 tracks channel yang bisa diperintahkan secara simultan.
Minimal ada dua piranti yang akan bekerja yaitu yang berfungsi sebagai: si PEMBERI PERINTAH dan si PELAKSANA PERINTAH.
- PEMBERI PERINTAH
Karena cakupan artikel ini mengenai keyboard dan sound module, maka si pemberi perintah adalah keyboard. Bisa menggunakan keyboard musik merk dan tipe apa saja, TETAPI dengan syarat KEYBOARD TERSEBUT MEMPUNYAI KONEKSI MIDI OUT. Harus MIDI OUT karena tugasnya adalah memberi/mengeluarkan/out perintah MIDI ke sound module. Keyboard si pemberi perintah ini, sering juga sebagai MASTER KEYBOARD.
Selanjutnya di artikel ini, istilah PEMBERI PERINTAH akan saya ganti dengan istilah MASTER.
- PELAKSANA PERINTAH
Yang melaksanakan perintah dari MASTER KEYBOARD adalah piranti lain baik itu berupa sound module rack, komputer dengan software sound sampling atau keyboard lain yang dilengkapi sound module/sound generator (sering disebut sebagai SLAVE KEYBOARD)
Selanjutnya di artikel ini, istilah PELAKSANA PERINTAH akan saya ganti dengan istilah SLAVE (baca : slev).
C. MENGHUBUNGKAN MASTER DAN SLAVE
Untuk menghubungkan Master dan Slave ini, kita menggunakan kabel MIDI, baik itu berupa MIDI to MIDI, MIDI to USB, atau USB printer, tergantung dari jenis koneksi yang ada di keyboard dan sound module yang Anda gunakan. Kabel MIDI inilah yang bertugas sebagai “tukang pos” untuk mengantarkan pesan dari Master untuk diserahkan dan dilaksanakan oleh Slave.
Saat ini ada tiga jenis kabel MIDI, yaitu :
- MIDI to MIDI
Kabel ini berupa seutas kabel dengan konektor MIDI yang sama di setiap ujungnya. Salah satu ujungnya di colokin ke MIDI OUT di MASTER, dan yang satunya lagi ke colokan MIDI IN di SLAVE.
- MIDI to USB
Kabel MIDI to USB ini biasanya berupa kabel “Y”, yang terdiri 2 Konektor MIDI (IN dan OUT) dan 1 konektor USB, cara penyambungannya, MIDI OUT ke MASTER, MIDI IN ke SLAVE dan USB ke KOMPUTER. Apabila Anda tidak mempunyai SLAVE, konektor MIDI IN bisa diabaikan saja.
Jika Anda menggunakan kabel ini, lihat dulu manual tentang konfigurasi kabelnya.
- USB Printer
Kabel ini persis seperti kabel USB printer yg beredar saat ini, tinggal colokin aja satu ujungnya ke keyboard dan satu ujungnya lagi ke USB komputer. Pada umumnya agar keyboard dan komputer bisa saling terhubung dengan baik, perlu diinstall driver USB sesuai dengan keyboard yang digunakan.
D. MASTER dan SLAVE SUDAH TERBUHUNG DENGAN KABEL MIDI, TRUS DIAPAIN ?
Nah, disinilah tahapan yang paling penting. Tidak rumit dan tidak gampang. Langkah yang harus kita lakukan adalah menyesuaikan variabel settingan MIDI di perangkat MASTER dan SLAVE agar si MASTER bisa mengirimkan pesan dan SLAVE bisa membaca dan melaksanakan pesan secara baik dan benar.
Setting yang dilakukan adalah menyesuaikan nomor channel MIDI di MASTER dengan nomor channel MIDI di SLAVE.
Kira-kira itu dulu pengenalan dasar tentang sound module, lain waktu saya tuliskan tentang kelanjutannya, khususnya untuk penerapan penggunaan sound module dalam bermusik.
…………………………(bersambung)
Semoga Bermanfaat
Salam
ANTONI PASARIBU
www.solfegio.com
www.solfegio.wordpress.com
www.youtube.com/antonipasaribu
*gambar : dari berbagai sumber
Maaf, form komentar ditutup saat ini.











