SOLFEGIO

Mari Bergabung di SOLFEGIO FORUM | www.solfegio.com

  • Chating

  • Pengunjung

  • Notifikasi Email

    Tuliskan alamat email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel terbaru lewat email Anda

  • SOLFEGIO FORUM

    WWW.SOLFEGIO.COM
    Photobucket
    Klik : SOLFEGIO FORUM

  • Klik :

    Adsense Indonesia
  • RSS Forum

  • Pengunjung Terakhir

  • Negara Pengunjung :

    free counters
  • Antivirus :

    antivirus
  • Solfegio Studio

  • Komentar yang di boikot

  • Arsip untuk ‘Analisa Audio Via Wavelab’ Kategori

    ANALISA AUDIO VIA WAVELAB

    Ditulis oleh Antoni Pasaribu di/pada 10 Oktober 2008


    Untuk mastering saya menggunakan Steinberg Wavelab, saya cukup sering “membongkar” sebuah lagu referensi terlebih dahulu sebelum saya mulai mastering sebuah album. Sekedar untuk referensi aja, karena dengan peralatan yang belum begitu lengkap, tidak mungkin ‘mengejar’ hasil berkualitas sama dengan studio mastering profesional.

    Secara tidak sengaja saya pernah mendengar sebuah lagu daerah, ketika saya dengar, bagi saya sangat terasa sekali banyak frekuensi yang terpotong atau comp/limit berlebihan. Saya penasaran, lalu lagu tersebut yang telah berbentuk vcd karaoke saya convert audionya menjadi WAV 44,1 Khz 16 bit, lalu saya buka di Wavelab. Untuk privacy, saya tidak akan menyebutkan judul maupun studio yang menggarap lagu ini.

    Inilah yang saya lihat di wavelab :

    Dari visual graphic ini, banyak sekali frekuensi terpotong/grafik mentok sampai keatas baik pada channel L maupun R. dan beberapa kali click/peak.

    Dari hal ini saya prediksi beberapa kemungkinan penyebab :

    1. Pada saat mixing dan mastering audio emang udah begini duluan. Eq yang extrim di freq low dan high, mixdown di atas 0dB, hard limiter, atau pada dither.

    2. Penggunaan dan pengaturan timing reverb yang kurang pas, karena cukup banyak saya dengar bagian yang menggulung akibat reverb berlebihan ini. Penggunaan reverb ini saya prediksi bisa saja di pakai pada master out mixdown atau pada saat mastering, karena reverb yang menggulung tersebut saya dengar ada di setiap ornamen musik dan vokal. Dan terdengar terjadi paralel reverb misal pada track vocal dan lead yang cukup kentara.

    3. Pada saat compare dengan video, audio yang udah baik dan telah di normalize, di ubah atau dinaikkan gainnya oleh video editor dan mengabaikan frekuensi yang akan terpotong dan terbuang percuma tsb sehingga menyebabkan beberapa kali peak.

    Dan ada beberapa prediksi lain diluar faktor “man behind the gun”.

    Pernah juga saya temui lagu luar negeri (audio cd original), visual pada wavelab mengidentifikasi peak tapi pada sound output tidak peak bahkan normal-normal aja J

    Saya tidak tau piranti dan outboard apa saja yang digunakan oleh studio yang menggarap lagu ini, tapi cukup sering saya mendengar, studio yang berpiranti minim atau yang mix in the box rela mengorbankan frekuensi seperti ini bahkan menyebabkan beberapa kali peak hanya untuk mengejar level/gain output seperti studio besar yang menggunakan berbagai piranti outboard seperti pre-amp class A.

    Ini hanya sekedar share pengalaman ga sengaja saya aja, belum ada solusi yang saya yakin tepat, semuanya masih prediksi saja, karena saya sendiri juga masih minim dalam ilmu audio J

    Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.
    TERIMA KASIH

    ANTONI PASARIBU
    antonipasaribu@gmail.com

    www.solfegio.wordpress.com

    Ditulis dalam Analisa Audio Via Wavelab, solfegio | Bertanda: , , | Leave a Comment »