SOLFEGIO

blog ini sudah dipindahkan ke : www.blog.solfegio.com

  • Antoni Pasaribu

    Click Here
  • Donasi Melalui Rekening :

    0164635773
  • Tuliskan alamat email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel terbaru lewat email Anda

    Bergabunglah dengan 177 pengikut lainnya

  • Klik

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
  • Facebook

  • Klik :

    www.solfegio.com
  • Negara Pengunjung :

    free counters
  • Solfegio Studio

PADUAN SUARA YAYASAN RANAH MINANG

Posted by Antoni Pasaribu pada 6 Oktober 2008


Pada pertengahan bulan Mei 2008, saya menerima order untuk pelatihan paduan suara yang beranggotakan mahasiswa dan mahasiswi baru/tingkat pertama dari Akademi Keperawatan dan Akademi Kebidanan “RANAH MINANG” Padang.

Paduan suara tersebut di tujukan untuk acara rutin tahunan; Capping Day/pemasangan kap dan label bagi mahasiswa baru pada akademi tersebut.

Keterangan yang saya dapat dari pihak yayasan tersebut, bahwa lagu yang akan dilatih antara lain PADAMU NEGRI, HYMNE GURU, MARS dan HYMNE YAYASAN RANAH MINANG, MARS CAPPING DAY yang dinyanyikan secara berurutan. Dan semua lagu tersebut telah lebih dulu diperkenalkan dan diajarkan oleh para dosen dan senior tingkat kepada mahasiswa baru tersebut.

Berdasarkan keterangan dan informasi teknis lainnya, maka saya menyanggupi dengan 5 hari kerja untuk pelatihan yang dibagi menjadi 2 shitf (2 jam pagi hari dan 2 jam siang/sore hari, total 10 shift) dan 1 hari H sebagai pianist pengiring paduan suara tersebut.

Berbekal pengalaman yang telah saya dapat selama ini, saya memprediksi bahwa kendala-kendala yang akan saya hadapi, kurang lebih akan sama dengan sebagian besar paduan suara lain yang pernah saya latih. Kendala yang saya maksud adalah :

1. Peserta paduan suara adalah peserta yang tidak mengetahui baca tulis notasi/partitur.

2. Peserta paduan suara mayoritas jarang atau tidak pernah mengikuti paduan suara secara benar.

Ini adalah tantangan terbesar yang selalu saya hadapi. Jika ada pertanyaan untuk saya mengenai paduan suara yang seperti apa yang paling berat untuk di latih, maka saya pasti akan menjawab minimal dua point diatas. Karena apabila melatih paduan suara yang telah menguasai dua point diatas, pelatihan akan berjalan lebih efektif dan lebih fokus kepada arransemen dan teknik vokal.

Alasan kenapa saya menuliskan pengalaman saya ini, karena ada beberapa kendala lain yang cukup berkesan untuk menambah pengalaman saya. Beberapa di antaranya :

1. Paduan suara/aubade tersebut beranggotakan kurang lebih 100 orang, di dominasi oleh perempuan. Sedangkan laki-laki hanya 10 – 20 orang. (maaf, saya tidak ingat jumlah pasti anggota paduan suara tersebut). Usia rata-rata 17 – 20 tahun, yang mana belum matang dalam hal produksi suara.

2. Pengenalan lagu-lagu yang telah diajarkan oleh dosen atau senior tingkat, pada beberapa bagian tertentu tidak sesuai dengan partitur yang diberikan kepada saya. Ini sebuah kendala, mengingat anggota telah terbiasa ataupun hapal dalam menyanyikan bagian yang salah tersebut, dan akan relatif cukup susah untuk merubah “kebiasaan” yang salah ini, mengingat para anggota tidak mengetahui baca tulis not.

3. Saya tidak mempunyai keleluasaan dalam mengatur posisi para anggota, karena anggota paduan suara telah dibagi menjadi dua bagian kiri dan kanan, masing-masing untuk satu akademi yaitu akademi keperawatan dan kebidanan.

4. Paduan suara tersebut bernyanyi indoor/di dalam ruang aula yayasan Ranah Minang, yang berukuran relatif tidak terlalu luas dan kurang menguntungkan untuk sebuah pertunjukan paduan suara, karena akustik ruang yang kurang begitu bagus sehingga memberikan pantulan suara yang cukup besar dan jika satu orang saja salah dalam bernyanyi di paduan suara tersebut, dipastikan akan terdengar cukup jelas mengingat ukuran dan akustik ruang tersebut.

5. Beberapa partitur lagu yang saya terima, telah dilengkapi dengan arransemen Sopran, Alto dan Tenor. Tapi dari penilaian saya, ada beberapa bagian lagu pada Alto dan Tenor, harmoni kurang tepat dan interval terlalu lebar terlebih pada bagian tenor sehingga relatif akan susah dicapai oleh vokal wanita pada paduan suara tersebut.

Pelatihan pun saya awali dengan mendengarkan paduan suara tersebut menyanyikan secara keseluruhan lagu yang telah di hapal, sembari saya menyocokkan dengan partitur yang diberikan kepada saya. Dan saya temui banyak bagian yang salah baik dalam notasi ataupun artikulasi.

Setelah mendengarkan, saya mulai pada pelatihan, di mulai dengan pemanasan untuk huruf vokal dan pernapasan, setiap latihan selalu saya mulai dengan pemanasan ini.

Lalu mulailah saya mengajarkan lagu-lagu tersebut untuk dinyanyikan secara benar dan tepat. Karena kendala anggota yang mayoritas tidak bisa membaca notasi, maka metoda pelatihan saya lakukan dengan lisan yang saya tuntun dengan piano/keyboard yang telah disediakan oleh pihak yayasan tersebut. Sambil saya mengaransemen ulang beberapa bagian lagu dan suara yang saya anggap kurang tepat.

Dalam melatih paduan suara, saya tidak pernah memilah jadwal dan tempat untuk tiap section sopran, alto, tenor dan bass. Misal, jika melatih bagian alto, saya akan latih seksi alto tersebut tanpa memindahkan tempat atau posisi, dengan tujuan agar seksi lain (sopran, tenor dan bass), terbiasa mendengar perbedaan harmoni masing-masing seksi.

Pada 2 shift di hari pertama, saya fokus hanya memperkenalkan lagu dan arransemen kepada anggota paduan suara. Dan hari/shift berikutnya lebih fokus kepada teknik penguasaan dan penjiwaan lagu. Total shift yang kami gunakan 8 shift (2 jam/shift).

Pada hari H (17 Mei 2008), dalam acara Capping Day yang dihadiri juga oleh orang tua para mahasiswa/i, secara umum paduan suara tersebut bernyanyi dengan cukup maksimal, dan bisa saya katakan cukup sukses. Karena nyaris semua yang telah kami latih sesuai dengan yang dinyanyikan pada hari H, dan tanpa kesalahan.

Saya menyampaikan apresiasi yang besar kepada pihak Yayasan Ranah Minang yang telah berkenan bekerjasama dengan saya pada pelatihan paduan suara ini. Khususnya kepada seluruh anggota paduan suara Capping Day 2008 Yayasan Ranah Minang, yang telah secara serius mengikuti pelatihan dengan maksimal dan memberikan kemampuan yang terbaik untuk paduan suara tersebut.

Sukses Selalu Yayasan Ranah Minang, Padang.

Baca artikel pendukung : “VCD TUTORIAL PADUAN SUARA”

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.
TERIMA KASIH

ANTONI PASARIBU
antonipasaribu@gmail.com

www.solfegio.wordpress.com

2 Tanggapan to “PADUAN SUARA YAYASAN RANAH MINANG”

  1. Hmmmm….keadaannya sama waktu kita mengajar di sekolah yang ada di Pekanbaru. Sebuah event besar kenegaraan yang Deadline latihannya 2 minggu full, terasa sangat “menakutkan” karena seluruhnya di mulai dari ZERO, mulai dari pembinaan vocal, arransmen sampai perkenalan lagu dan finishing musik. Aduh !!
    Tim pelatih terdiri dari 2 orang yang Kerjaannya semakin parah dengan tanggung jawab membuat arransmen midi musik sendiri tanpa kerjasama event organizer, sedangkan di akhir latihan, konsumen juga tidak “ngeh” kalau tidak memakai iringan musik, padahal kita sudah set agar arransmen paduansuara itu yang dijadikan “pengganti” musik.
    Susah nya mengkoordinir kemauan orang !!!
    But….everybody love the choir !! And its feels so great.Much fun than its big rewards.
    Thats why i like to be a choir coach

    _____
    He..He..Asik jg dpt share pengalaman dr rekan se”penderitaan”🙂
    aku manggil Coach-nya, Bpk ato ibu?
    Big Rewardnya emang cm much fun:-) kynya jauh lbh seru brurusan dgn choir, saya udah coba banyak, vocal group,accapella,dll, tp tetap paduan suara yg paling asik, smua metoda, tenaga & ilmu kynya hrs dikeluarkan kl brurusan dgn paduan suara:-) tp tetap aja dijalanin krn mo dapatin big rewards itu.
    Trkadang kita dijepit sm keinginan konsumen yg masih awam ttg choir dengan metoda,jumlah peserta, kemampuan peserta dll. Mau ga mau,hrs bs dihadapin.
    Saya slama ini dpt kendala u/ mencari teman/asisten u/ menangani paduan suara, coz ya itu, urusannya bkn cm bs baca tulis notasi tp hrs jg ngerti metoda & teknik vokal. Tp ya mo gmn lg, lagian saya dah mulai nyaman melatih sendirian:-)

    btw, coach, maksud arr paduan suara jd iringan itu gmn?? Saya kurang ngeh dgn kalimat itu. Apa harmoninya dibikin 2 tingkat ky semi accapella, atau Alto Tenor Bass yg dijadikan “iringan”, atau pake solist dan choir yg mengiringi? Kl arr dah gini, apa ga “tabrakan” sama iringan MIDI-nya?

    Kapan2 blh donk saling berbagi info seputar paduan suara. Dan jikalau bth bantuan atau mo bagi2 “big reward” itu (he..he..), saya bersedia membantu (no telp lihat di halaman contact us).

    Sukses Selalu

    SALAM
    Antoni Pasaribu

  2. tedy said

    Yth. Bung Antony,

    Kalo boleh disampaikan materi-materi apa saja yang dapat digunakan untuk latihan pemanasan paduan suara. Misalnya pola nada-nada apa saja yag dinyanyikan, pengucapan apa saja yang dilafalkan.

    terima kasih banyak.
    salam,

    tedy
    Lebak Bulus Jkt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: