SOLFEGIO

blog ini sudah dipindahkan ke : www.blog.solfegio.com

  • Antoni Pasaribu

    Click Here
  • Donasi Melalui Rekening :

    0164635773
  • Tuliskan alamat email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel terbaru lewat email Anda

    Bergabunglah dengan 177 pengikut lainnya

  • Klik

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
  • Facebook

  • Klik :

    www.solfegio.com
  • Negara Pengunjung :

    free counters
  • Solfegio Studio

SOLFEGIO ITU APA?

Posted by Antoni Pasaribu pada 12 Oktober 2008


dipindahkan ke :

http://blog.solfegio.com/solfegio-itu-apa/

3 Tanggapan to “SOLFEGIO ITU APA?”

  1. sisca batubara said

    beh… Pasaribu ternyata??? ito-an dunk…

    mo tanya lagi deh. di solfegio ngapain aja sih bang???
    ini kan studio…berarti ada musisi dan penyanyi nya yah? dan berarti ada proses produksi juga khan? trus yang jadi penyanyi nya dari solfegio sendiri atau orang umum yang mo buat demo.

    Tengkyu…^_^

    ______
    studio kami prioritas untuk orang umum,siapapun dia. Penyanyi rata2 dibawa oleh klien, tp kami jg punya daftar penyanyi lokal yg kami anggap layak untuk rekaman.
    Kl musik, umumnya aku sendiri yg pegang. Tp aku jg punya daftar nama teman musisi dr brbagai daerah yg siap membantu apabila dibutuhkan.

    Salam

  2. Ani said

    Hi.. Mr. Antony

    Saya senang sekali dengan situs anda ini. Sekarang saya mengajar musik untuk anak SD (walaupun saya gak pernah sekolah musik seperti anda..hehehe). Salah satu mata pelajarannya adalah solfegio sederhana.

    Saya pikir, solfegio itu hampir mirip dengan hearing. Jadi saya pernah membuat kegiatan untuk anak-anak kelas 3-6 yaitu mendengarkan lagu, sementara anak-anak fill in the blank worksheet yang sudah saya bagikan. Dalam worksheet itu berisi lyric lagu yang sudah di kosongi beberapa bagiannya.

    Apakah ini juga bisa dikategorikan sofegio? Thank you b4. God bless you.

    Anie

  3. to bu Anie
    salam kenal,bu.
    Benar sekali, krn berbagai hal saya cuma efektif 2 bulan di sekolah seni:-D saya banyak dapat pengetahuan dr pengalaman, otodidak, baca buku, belajar dr yg lbh senior, pengetahuan musik gereja dan pengembangan pribadi.

    Menurut saya, Hal yg ibu lakukan tsb bs saja dilakukan untuk upaya melatih hearing/listening para murid. Tapi dlm Solfegio, kita lbh fokus pada nada. Setidaknya dlm tingkat awal di SD ini, para murid telah mengenal titi nada.
    Saya lebih tertarik apabila, di tingkat SD ini, murid sudah mulai di ajarkan “menyanyi dengan notasi”. Mulailah pada lagu2 sederhana yg telah di kenal anak2. Misal lagu Ibu Kita Kartini, Twinkle2 Little Star, atau lagu2 ciptaan bu Kasur. Lagu2 tersebut adalah lagu2 yg cukup sederhana dan relatif mudah di cerna anak2.
    Cara melatihnya, lagu2 yg biasa dinyanyikan dengan SYAIR, diganti dengan notasi do re mi,dst sesuai dgn partitur lagunya.
    Prediksi saya, jika di kelas 3 udah mulai seperti ini, di kelas 4, anak2 mungkin udah bisa menyanyikan semua partitur lagu sederhana dgn notasi. Dan di kelas 5, murid udah mulai bs melakukan Solfegio sederhana, dengar iramanya, tebak nadanya. Dan di kelas 6, udah bs dibagikan partitur lagu untuk paduan suara sederhana:-)
    itu hanya menurut pemikiran saya aja, krn melihat kurikulum kesenian khususnya seni musik, saya anggap ‘terlalu lamban’. Terlalu banyak waktu yg terbuang. Sekedar sharing, pada saat saya tes masuk skolah musik, masih banyak calon mahasiswa yg buta not. Lalu di semester 1, tetap belajar teori tulis menulis not, so sia2 perjalanan sejak SD-SMU:-)

    So, smoga sukses dalam pekerjaannya. Dan sempatkan baca artikel INDONESIA DALAM NYANYIAN (Lihat di daftar artikel sblah kiri).
    Terima kasih atas kunjungannya. GBU too.

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: