SOLFEGIO

blog ini sudah dipindahkan ke : www.blog.solfegio.com

  • Antoni Pasaribu

    Click Here
  • Donasi Melalui Rekening :

    0164635773
  • Tuliskan alamat email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel terbaru lewat email Anda

    Bergabunglah dengan 177 pengikut lainnya

  • Klik

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
  • Facebook

  • Klik :

    www.solfegio.com
  • Negara Pengunjung :

    free counters
  • Solfegio Studio

ALTERATION MODE

Posted by Antoni Pasaribu pada 9 November 2008


http://blog.solfegio.com/alteration-mode/

3 Tanggapan to “ALTERATION MODE”

  1. RoNz said

    Di Technics KN juga memiliki fitur seperti ini, hanya namanya beda dengan yang digunakan di Roland. Di Technics KN, kasus Chord seperti ini dapat kita gunakan fitur “KEY IN CHORD MODIFY”. Pada saat awal pembuatan style, parameter default yang digunakan pada ACCOMP adalah GROUP = “Melody”dan TYPE = “In 7th G->Bb”. Untuk Chord Rhythm seperti diatas, dapat digunakan parameter seperti ini:

    GROUP = “Chord”
    TYPE = “Basic CEG”.

    Dengan settingan seperti ini akan dihasilkan urutan tangga nada Chord yang sama seperti pada mode NEAREST di Roland. Beberapa contoh “Chord” dengan type “Basic CEG” di Technics KN:

    Chord C = C – E – G – C
    Chord F = C – F – A – C
    Chord G = B – D – G – B
    Chord A = Db – E – A – Db
    Chord C7 = Bb – E – G – Bb

    Mohon maaf jika ada kesalahan penggunaan istilah musik atau tangga nada😀 Keep Touch, bro😀

    _____
    wah, thanx pencerahannya,bro. Benar kan aku bilang, aku ga tau pasti dgn merk lain,he..He..He..
    Btw, kl ga salah ni,bro. Bukankah setting tsb brlaku global u/ semua acc? Kl e50, kita bs set peraccompnya, mohon pencerahannya.
    Boleh crosscheck ga? Buat iseng aja.
    MISAL:
    bikin style/composer key di C.
    Accomp 1 sound KALIMBA.
    1 ketuk dlm 1bar 4/4, di isi kalimba not D5 atau D4 (hanya 1 not).
    Lalu style/composer trsebut, kita mainkan.

    Main dengan nada dasar G = Do.

    Dengan mode modify chord tsb, not apa yg berbunyi pada accomp kalimba tsb, ketika kita mainkan chord: G ke Bm ke C ke D secara berurutan per 1 bar.
    Cuma sekedar ingin tau aja,bro. Gmn perbedaan dan persamaan kedua merk tsb dlm modify chord accomp.

    Maklum dah lama ga ngoprek KN:-) kynya musti nabung lg beli KN coz banyak klien minta seq KN:-)

    thanx pencerahannya

  2. RoNz said

    Hehe.. Masih mending pernah megang KN.. Sedangkan aku baru tau Mode ALTERATION cuma dari artikel ini.. xixixi..

    Tadinya saya kurang tertarik pas liat judulnya “Alteration Mode”. Duh ga pernah dengar nih..
    Trus pas lihat “Snapshot” RSS blog ini yang aku tambahkan di http://kn7000.wordpress.com, ada kata-kata:

    “Akhirnya hal yang telah lama mengganggu pikiran saya di obati oleh Roland E-50. Fitur “Alteration Mode”…..”

    Wiw.. aku penasaran pengen baca.. hihi..
    Nah dari sini saya mulai pengen baca sampai abis..

    “..Technics KN series dan Yamaha PSR, saya cukup terganggu misal ketika mengisi part rhytim guitar..”

    Jadi pengen tahu kelebihan fitur tersebut.. Ternyata adalah fitur yang sangat hebat sekali dalam pembuatan Style.. Aku sendiri tidak begitu memperhatikan hal itu karena ga ada yang peduli. Setelah baca artikel ini, aku jadi pengen ngubah Style-Style yang udah aku bikin agar menerapkan Mode ini. Hihihi..

    Di Technics KN, Settingan “Key in Chord Modify” ada pada setiap part Composer, selain Drums tentunya. Pada part Bass, parameter defaultnya adalah GROUP = “Melody” dan TYPE = “Basic”. Buat part ACCOMP1 s/d ACCOMP 5, GROUP = “Melody” dan TYPE = “In 7th G->Bb”.

    Nah.. Terdapat kelemahan juga nih.. Pas main di nada dasar G, Rhythmnya tetap mengikuti urutan tangga nada CHORD G pada nada dasar C tadi, yaitu:

    Nada Dasar G
    Chord G = B – D – G – B

    Jadi berbeda dengan Roland, seperti yang bro Antoni bilang “Pola accomp akan dibentuk ke pola yang paling dekat dengan chord sebelumnya”. Disinilah kelemahan pada Technics KN.

    Buat percobaan pada Kalimba dengan nada D4, Key = C. Nada Kalimba yang berbunyi pada saat perpindahan Chord adalah:

    G -> D
    Bm -> D
    C -> C
    D -> D

    Jika Kalimba saya bikin di C4 (Normal) dengan Key yang sama:

    G -> B
    Bm -> B
    C -> C
    D -> D

    Thanks juga bro Antoni atas artikelnya🙂
    Sukses selalu..

    RoNz

    ____
    he..He..Brarti ingatanku msh kuat,bro:) dulu di KN aku jg pernah pake mode 7th, tp koq jd tambah aneh ya:)
    jd beneran, hal ini betul2 udah lama mengganggu pikiran saya. Mknya,maaf, Saat main style/comp di KN & PSR dan bbrp merk lain, dr dulu aku ga pernah puas. Terlalu mesin, mau dibikin sedetil apapun, tetap aja ga memuaskan saat dimainkan. Ya, krn pola rhytim yg aneh itu.

    Skedar info,bro. Pada e50 ini, register/interval/batas nada setiap instrument udah dibuat lumayan detail.
    Misal, pada instrument Bass 4 senar, register paling bawah adalah E1, sperti halnya dgn gitas bass. Jadi ktika kita main style, ktika bass yg biasanya ke D1 otomatis akan naik ke D2, dan ini menambah manusiawinya style tsb.
    Alterationnya emang beda tuh,bro. E50 sdikit lbh detil:-)
    alteration mode bekerja berdasarkan chord paling pertama saat kita mainkan style tsb, slanjutnya mengikuti bentuk trdekat dgn chord pertama tsb.

    Tapi secara umum, sebenarnya banyak jg kekurangan Roland, aku pilih Roland untuk sound akustiknya, Technics untuk kemudahannya, Korg untuk editing etnik perkusi dan yamaha untuk iringan instant. Ga pernah fanatis dgn merk, krn emang teknologi ga ada yg sempurna:-) mau beli semuanya,ga punya duit..He..He..He…! Anyway, alteration yg lbh detil ini pasti salah satu fitur yg akan disukai style creator spt bung Roni.

    Salam sukses untuk Roni Musik

  3. Deri_musiK said

    Salam jumpa bg anton…
    Langsung aj ya bg. Di PSR utk membuat pola chord terdekat saya juga sering gunakan namanya NOT LIMIT,di sana saya batasi not tertinggi dan terendahnya sehingga terkesan manusiawi dan juga suara gitarnya pada high key nya g terdengar melengking banget. Dgn fasilitas itu kita bisa memilih not2 mana yg akan dilalui saat pindah chord.
    Cuma itu commentnya bg sekaligus nambah2 tamunya bg anton.
    Good luck for solfegio.

    benar sekali,Deri. Tp coba perhatikan balikan chord yg dibentuk kl di limit. Psr hanya melimit register/interval aja, bukan menyusun ulang pola chord. E50 msh lbh detil,bro.
    Trima kasih udah mengingatkan,bro:-)
    ga nyangka artikel ini ada yg baca, pdhal cm iseng aja nulisnya.

    Sukses untuk Deri Musik

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: