SOLFEGIO

blog ini sudah dipindahkan ke : www.blog.solfegio.com

  • Antoni Pasaribu

    Click Here
  • Donasi Melalui Rekening :

    0164635773
  • Tuliskan alamat email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel terbaru lewat email Anda

    Bergabunglah dengan 177 pengikut lainnya

  • Klik

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
  • Facebook

  • Klik :

    www.solfegio.com
  • Negara Pengunjung :

    free counters
  • Solfegio Studio

Auratone

Posted by Antoni Pasaribu pada 27 November 2008


Kemarin (26 November 2008) kebetulan saya dapat kesempatan nongkrong di salah satu studio yang memiliki alat lumayan lengkap. Studio ini sudah cukup lama beroperasi. Mungkin sekitar tahun 80an. Maaf, saya ga bisa menyebutkan nama dan spec alat studio ini, karena belum izin apa boleh di publish ato ga:-)

trident2

Ada beberapa piranti studio ini yang menarik perhatian saya. Yaitu mixer dan speaker monitornya.

Mixernya menggunakan mixer merk Trident tipe Series 65, mixer ini modular per chanelnya. Yang mana bisa di ganti ganti per chanelnya misal jika ada yg rusak. Dan karakter sound mixer ini cukup saya sukai. Saya dengar dari hasil tracking di protools yang belum di mixing di komputer Mac studio tersebut, sound yang di direct dari mixer tersebut, cukup open, warm, dan ada nuansa vintage. Susah saya menterjemahkannya secara detail dengan kata-kata:-)

Tapi yang paling menarik perhatian saya adalah speaker monitornya. Merk AURATONE tipe QC66. Baru di studio ini pertama kali saya mendengar monitor Auratone. Sayang, speaker tersebut diberi penutup pelindung, saya tidak bisa melihat berapa jumlah dan ukuran speaker yang di pasang di monitor tersebut.

Saya import salah satu data wav yang saya bawa ke dalam Protools HD 7, lalu play.

Yang saya dengar, cukup flat, tapi ada yang sedikit berbeda, pada frekuensi middle seperti vocal, terdengar jelas sekali dan clean. Sedang pada low seperti di cut beberapa frekuensi. Masih penasaran, saya minta rekan saya buka section project protools yang di rekam di studio tersebut, play dan dengan mengklik tombol solo saya dengar track vocal (menggunakan mic Neuman U87iA) secara terpisah, semua insert fx saya bypass, clean sekali di frekuensi middle, lalu coba dengar track kick drum, lah koq jadi terdengar agak kering, saya baca di RTA bermerk DK Audio MSD100, pada track kick drum ini, freq 150Hz kebawah udah naik, koq saya ngrasa freq tersebut seperti kurang jelas alias di cut. Beberapa kali saya dengar track-track yang di low section seperti kick drum dan gitar bass dari beberapa file project, kurang lebih sama. Tapi di frekuensi middle terdengar sangat baik.

Sayang sekali RTA MSD100 yang terpasang di studio ini, di patching dari mixer, yang terbaca adalah output si mixer Trident🙂 bukan output speaker monitornya. jadi, saya ga bisa mengetahui persis bagaimana karakter monitor ini ketika di baca RTA.

Setelah berulang kali mendengar, menurut telinga awam saya, monitor ini sangat membantu untuk mencari karakter vocal.

Selain syarat umum sebuah monitor yaitu FLAT, yang paling utama adalah kebiasaan dan keakraban kita mengenali karakter monitor tersebut.

Ini hanya sharing pengalaman saya aja, saya ga bisa menjelaskan lebih dalam, selain karna belum minta izin dari pihak studio tersebut, telinga saya juga masih awam dan belum begitu menguasai audio.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.
TERIMA KASIH

ANTONI PASARIBU
antonipasaribu@gmail.com

www.solfegio.wordpress.com

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: