SOLFEGIO

blog ini sudah dipindahkan ke : www.blog.solfegio.com

  • Antoni Pasaribu

    Click Here
  • Donasi Melalui Rekening :

    0164635773
  • Tuliskan alamat email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel terbaru lewat email Anda

    Bergabunglah dengan 177 pengikut lainnya

  • Klik

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
  • Facebook

  • Klik :

    www.solfegio.com
  • Negara Pengunjung :

    free counters
  • Solfegio Studio

Pengenalan Akord

Posted by Antoni Pasaribu pada 12 Januari 2009



By Andry Ongkinata

Kita tentu sering mendengar istilah chord, akord, atau “kunci” dari para pemain musik baik pemula maupun musisi yang sudah profesional. Istilah-istilah tersebut sebenarnya menunjukkan maksud yang sama. Pada pembahasan kali ini saya menggunakan istilah akord.

Apa itu akord? Akord adalah tiga nada atau lebih yang dibunyikan secara bersamaan. Menurut saya, ada empat akord utama yang harus dikuasai khususnya bagi pemula untuk dapat memainkan berbagai macam lagu. Akord-akord itu antara lain:

1. Akord Mayor
Akord Mayor biasanya dituliskan hanya berupa huruf (biasanya huruf kapital) seperti C, D, E, A, dll. Bagaimana cara mencari akord Mayor? Haruskah kita menghafalkan seluruh unsur-unsur nada dari akord mayor? Ada sedikit tips & trick dari saya untuk memperoleh Akord ini.

Ingat angka ini : 2 + 1½

Angka-angka di atas menunjukkan interval nada yang digunakan pada akord Mayor (silahkan lihat tulisan saya tentang Tangga Nada).

2. Akord Minor
Akord Minor biasanya dituliskan dengan penambahan karakter ‘m’ setelah huruf seperti Cm, Dm, Am, dll. Ada pula yang menuliskan akord minor dengan huruf kecil saja seperti c, d, e, dll yang menandakan akord minor.
Untuk akord ini,

Ingat angka ini: 1½ + 2

3. Akord Diminished
Akord Diminished biasanya dituliskan dengan penambahan “dim” atau tanda ‘o‘ setelah huruf yang menunjukkan Akord. Contoh: Cdim, A#dim, Do, Go, dll.

Ingat angka ini: 1½ + 1½

4. Akord Augmented
Akord Augmented biasanya dituliskan dengan penambahan “aug” atau tanda ‘+‘ setelah huruf yang menunjukkan Akord. Contoh: Caug, Baug, F+, G+, dll.

Ingat angka ini: 2 + 2

Dari angka2 “keramat” di atas dapat diperoleh unsur-unsur nada dari akord. Saya ambil contoh akord ‘C’.
1. C = C – E – G
Akord C mayor terdiri dari nada-nada C, E, dan G dimana interval C ke E = 2, dan E ke G = 1½. (Ingat: 2 + 1½).

2. Cm = C – D#/Eb – G
Akord C minor terdiri dari nada-nada C, D#/Eb, dan G dimana interval C ke D#/Eb = 1½, dan D#/Eb ke G = 2. (Ingat: 1½ + 2).

3. Cdim = C -D#/Eb – F#/Gb
Akord C diminished terdiri dari nada-nada C, D#/Eb, dan F#/Gb dimana interval C ke D#/Eb = 1½, dan D#/Eb ke F#/Gb = 1½. (Ingat: 1½ + 1½).

4. Caug = C – E – G#/Ab
Akord C augmented terdiri dari nada-nada C, E, dan G#/Ab dimana interval C ke E = 2, dan E ke G#/Ab = 2. (Ingat: 2 + 2).

Artikel ini saya kutip dari : http://andryongkinata.wordpress.com/2008/02/29/pengenalan-akord/

Dan artikel inilah salah satu alasan saya jadikan ini menjadi BLOG KEREN🙂

Semoga bermanfaat

4 Tanggapan to “Pengenalan Akord”

  1. I. Resmi Benita said

    Thank’s ndry, itu sangat bermanfaat, cuman kalo C7,C9 rumusnya gimana tuh ??

  2. Untuk akord lain, baca artikel C H O R D

  3. bonar said

    seperti belajar rumus2 yah lae…:)

    salam,

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

  4. to bang Bonar
    sebenarnya di musik banyak rumus2nya,bang:-)
    terlebih di Audio, banyak sekali rumusnya. Makanya aku pending dulu bicara soal audio, ntar pembaca jd pusing:-D

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: