SOLFEGIO

blog ini sudah dipindahkan ke : www.blog.solfegio.com

  • Antoni Pasaribu

    Click Here
  • Donasi Melalui Rekening :

    0164635773
  • Tuliskan alamat email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel terbaru lewat email Anda

    Bergabunglah dengan 177 pengikut lainnya

  • Klik

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
  • Facebook

  • Klik :

    www.solfegio.com
  • Negara Pengunjung :

    free counters
  • Solfegio Studio

Sonet2

Posted by Antoni Pasaribu pada 26 Januari 2009


Saya lg di depan TV, nyasar ke TPI. Ditampilkan sebuah band yg membawakan lagu H.Rhoma Irama tetapi dengan khas yg baru. Khas baru yg saya maksud :
Arransemen benar2 berbeda dari arransemen lagu dangdut yg pernah Ada. Di arransemen dalam format band anak muda dgn 4 personil (drum, keyboard, bass & gitar) yg memainkan pola arransemen pop rock,dll seperti band2 anak muda pada umumnya, PLUS 1 pemain Tabla. Ini menarik, karna khas Dangdutnya dimainkan oleh si Tabla aja, tidak seperti band lain yg melengkapi gendang dengan suling.
Pola pattern Tabla yg saya dengarkan lebih ke arah pattern (thal) Tabla India bukan pattern gendang dangdut yg biasa saya dengar. Benar2 sebuah revolusi.
Tapi kl hanya dengar musiknya aja, dangdutnya msh kurang terasa kental, nah untuk melengkapi ini, di atasi oleh Ridho sang vocalist, yg kl saya ga salah tangkap dr pembicaraan di acara ini, Ridho adalah putra H.Rhoma Irama (mohon koreksi, jika salah). Vocalist bernyanyi dgn penuh ‘tanggung jawab’ dangdutnya. Baik warna suara (timbre), cengkok, dan teknik vokal lainnya, benar2 dangdut.
Benar-benar menarik dan benar2 revolusi.
Di lihat dari kualitas musik dan aspek2 lainnya, saya berprediksi band ini akan menarik perhatian dan minat dari pendengar2 yg sebelumnya tidak menyukai dangdut:-)
jika Anda, mungkin, merasa agak ‘kagok’ saat pertama kali mendengar aransemen band ini, dengar dulu sampai Anda dapat menikmatinya. Krn inilah resiko sebuah revolusi, ga bisa langsung mudah di serap.
Akhir kata, selamat berkarir buat Ridho dan Sonet2 Band, maju terus musik Indonesia.
Dan bagi kita semua, mari kita dukung revolusi2 seperti ini, demi perkembangan dan kemajuan musik Indonesia.

Oya, Sonet2 dibaca Sonet two (sonet tu).

7 Tanggapan to “Sonet2”

  1. RoNz said

    Viva musik Indonesia..

    Saatnya menciptakan revolusi pada generasi baru musik Indonesia.

  2. anak malabro said

    bagi penggemar musik pop yang ingin coba2 tux tidak alergi terhadap musik dangdut,hadirnya sonet2 band memang sangat diperlukan.krn band ini 70% dari musiknya “ngepop”,namun sayangnya bagi saya yang penggemar musik dangdut yang klassic ato dangdut yang lengkap dengan peralatan aslinya tanpa adanya suara snare drum cukup kecewa,ditengah terpuruknya musik dangdut akibat dari goyangan dangdut yang disalah gunakan dari penyanyinya terutama kaum hawa,yg artinya dangdut bukan lagi mendengar musiknya tp melihat goyang dan parahnya lagi tidak peduli lagi dengan keindahan lagu dan suara penyanyinya tp yg penting goyangan Hot sang biduan.So menurut saya yang terjadi sekarang ibarat ibu2 yg sering masak….makanan yang dihasilkan kurang terasa enak krn kalah dari rasa makanan tetangga,bukannya menu masakan dikembalikan ke aslinya,Eeee..malah tempat masak nya ditukar biar sama ama tetangga…..he.he (ayo goyang teruz sampai pagi jangan lupa sawernya…)

  3. to RONZ
    Mari berevolusi😀 Viva Musik Indonesia

    to Anak Malaboro
    benar sekali,pak. kehadiran Sonet2 ini benar2 di butuhkan untuk pemeliharaan “aset negara” kita ini😀
    memang benar, telah terjadi banyak pergesaeran dan penyimpangan dalam musik, dalam hal ini kita bicarakan musik Dangdut, terlebih setelah kontaminasi House Music. nyaris tidak ada lagi penghargaan dan sense of art di panggung2. hehhhh suatu yg ironis.
    bahkan yang mengerikan, player organ tunggal, terkesan, ga di hargai sebagai pekerja skill lagi, tapi terkesan dianggap sebagai “pemutar” musik belaka. semua lagu harus tau, kl ga tau, si penyumbang lagu bisa marah bahkan ngamuk-ngamuk…he..he…he…
    dan harapan saya, ini semua bisa menjadi perhatian kita. agar bisa sama2 membenahi mana yang kurang baik.

    btw, di penampilan Ridho dan Sonet2 malam itu, mereka bermain full band, jadi ada suara senar drumnya.

  4. anak malabro said

    to Bung Antoni :
    Nambahin dikit nich,masalah penghargan terhadap player Ortung,Temen ku pernah cerita Kalo dulu dalam suatu acara orang yg mo nyumbangin suara Pasti nanyanya”Kalo lagu MY Way bisa Ndak Bang?” tp klo skrng udah lain “lagu MY Way ada nggak Bang?”.. truz klo si Player jawab dak ada,Si calon Pelantun tembang langsung ngambil mic N langsung Ngoceh ” Berhubung Lagu saya nggak bisa,saya ucapkan terima kasih”.N langsung meluncur ke peraduan kembali…..apa nggak sakit n kesal tuch si Player. N kejadian tersebut sudah sering saya alami terutama saat segmen acara muda-mudi.bahkan pernah satu lagu baru dari sebuah band saya mainin secara manual,Eee…sang ‘artis’ minta musiknya sama persis dengan yg ada di CD.saya fikir kenapa nggak ngundang group karaoke aja…he.he…….. (ada squenser lagu2 baru ndaak?????)

  5. RoNz said

    Bener tuh, bikin kita agak kesal, padahal kita manggung adalah utk bermain, bukan sekedar menekan tombol play aja. kadang2 juga ada beberapa penyumbang yg bawa disket sendiri, bahkan sd. Bikin patah semangat main aja.. Xixi..

  6. Obay Guru said

    Bagi saya kemunculan Rido merupakan obat rasa kekecewaan atas kegagalan kakaknya Ficky yang telah dulu merilis album bertajuk PENASARAN dalam versi REMIX.benar-benar kecewa karena sebagai anak dari raja dangdut dia tidak bisa membawakan lagu dangdut!
    Padahal setahu saya diFilm JAKA SUARA dia pernah mengisi soundtrack lagu KAWULA MUDA versi masih kecil. saat itu menurut penilaian saya bagus koq,dan sejak saat itu pula saya selalu menanti kehadiran Ficky untuk dapat meneruskan jejak sang ayah.
    Kini setelah hadirnya Ridho Alhamdulillah saya agak lega, saya katakan agak lega karena saya berharap penerus/pengganti pak Haji disamping bernyanyi juga sambil bemain gitar layaknya sang ayah.
    Mudah-mudahan dimasa datang hal tersebut bisa terlaksana Ridho bisa menyamai legenda sang ayah bahkan melebihi ketenaran SONETA,Amien.
    Maju terus dangdut Indonesia !!!

  7. Obay Guru said

    Nilai 100 buat anak Malabro, saya bahkan pernah menonton video (3GP) tentunya di HP. ada penyanyi dangdut yang tampil sambil memperlihatkan aurat (atas dan bawah). Ini konyol !..penghianat!!!…betul betul perusak citra dangdut. seperti juga musik KOPLO !!…itu merusak.
    Viva Dangdut Indonesia.

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: