SOLFEGIO

blog ini sudah dipindahkan ke : www.blog.solfegio.com

  • Antoni Pasaribu

    Click Here
  • Donasi Melalui Rekening :

    0164635773
  • Tuliskan alamat email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel terbaru lewat email Anda

    Bergabunglah dengan 177 pengikut lainnya

  • Klik

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
  • Facebook

  • Klik :

    www.solfegio.com
  • Negara Pengunjung :

    free counters
  • Solfegio Studio

Vocal Group Gereja (Mp3)

Posted by Antoni Pasaribu pada 9 Februari 2009


Dari dulu saya menghindari untuk membawa-bawa nama agamama untuk berbagi cerita di blog ini:-) Karena musik adalah sebuah hal yang universal, nyaris ga ada batas dan ruang dalam musik.

Tapi untuk kali ini, perkenankan saya sedikit bercerita tentang vocal group. Walaupun contohnya adalah lagu Gereja, tapi mudah2an Anda bisa menarik kesimpulan dan intisari dari tulisan saya berikut ini.

Hari Sabtu kemarin (7Feb09), saya mendapat teman baru lagi dari blog ini. Kami kontek via telpon, sms dan email. di akhir pembicaraan, kami menyinggung soal paduan suara dan vocal group di gereja beliau, yang kebetulan beliau juga ikut aktif pada pelayanan di gerejanya. Dalam pembicaraan tersebut, sampailah pada cerita, bahwa beliau minta dibuatkan sequence song MIDI untuk mengiringi lagu-lagu paduan suaranya. Dan karena SAYA TIDAK PUNYA PARTITURNYA, saya minta dikirimin.

Nah, ini inti permasalahannya : SAYA TIDAK PUNYA PARTITUR LAGU-LAGU PADUAN SUARA/VOCAL GROUP GEREJA.

Kalaupun ada, belum sampai pada 50 lagu…he..he…he…

Apa yang menarik dari permasalahan ini?????

Gereja-gereja di daerah seperti Kerinci ini, punya kendala akses dan update atas perkembangan-perkembangan informasi. Beruntung saat ini, akses internet sudah mulai masuk ke tiap rumah di daerah kami. Walaupun, sebagian besar menggunakan koneksi internet lelet GPRS, seperti yang saya gunakan saat ini. Tapi puji Tuhan, masih bisa internetan..he..he..he…he…daripada tidak sama sekali, betulllll????

Dalam kaitannya dengan paduan suara atau vocal group gereja, kami yang di daerah seperti ini, sangat susah mencari dan mendapatkan partitur-partitur tambahan untuk lagu-lagu paduan suara dan vocal group. Yah….paling-paling, pada saat ada yang keluar kota, baru bisa nyeker dari tempat lain. Itupun kalau ada yang di kenal:-)

Yang bikin patah semangat, ada beberapa partitur copyan yang saya dapat, disitu ditulis : “Dilarang menduplikat dan menyanyikan lagu ini, tanpa izin tertulis dari…………” he..he…he…he…he…..exclusive yah….wkwkwkwkwkwkwk…. jika membaca tulisan seperti ini, telintas di benak saya : “karya2 komponis top aja, bebas di pake oleh siapa aja…wkwkwkwkwk….”. tapi yah, itu hak yang membuat sih… kita ga bisa apa-apa.

Kalo dapat partitur dengan “warning” seperti ini, saya lihat dulu siapa pengarang lagunya, kalo itu pengarangnya dari deretan komponis dunia, yah…..bodo amat…..langsung aja saya copy….wkwkwkwkkw peace…….!!!! Tapi kalo saya ga pernah dengar nama si penulis lagunya, yah….tong sampah udah menunggu di depan mata, untuk apa di simpan, kl ntar, nyanyiin aja bisa kena pasal:-D

Itu sekilas yang terjadi pada kami yang berada di daerah-daerah seperti ini.

Melihat dan merasakan “fenomena” seperti ini, dulu saya makin semangat belajar mengaransemen lagu-lagu paduan suara dan vocal group. Mulai dari yang sangat sederhana sampai yang sedikit tidak sederhana…:-) seingat saya, pada saat SMP, saya udah mulai mengaransemen dan di nyanyikan oleh kaum Bapak dan Ibu di gereja kami. Yah…..walaupun arransemennya ngaco, lumayanlah….setidaknya ada lagu baru yang bisa di nyanyikan. Begitu seterusnya, arransemen dan arransemen, nyaris setiap hari saya belajar tentang hal ini. Guru besar saya adalah Bapak (ayah) saya sendiri. Beliau begitu telaten menurunkan ilmu ini kepada saya. Salah satu not, jitak satu kali……wkwkwkwkwk….ga deh…becanda….!!!!

Setelah 2 tahun, yang mungkin, Bapak saya mengannggap saya sudah mulai mampu, saya di lepas sendirian. Pemain organ/piano di gereja, tinggal saya sendiri. Dirigen untuk paduan suara, saya sendirian juga. Padahal dulunya, masih ganti2an sama Bapak saya. Itu berlanjut sampai sekarang.

Awal cara saya ngaransemen, saya hanya membuat arransemen harmoni suara Alto, Tenor dan Bass yang tegak lurus sama Soprannya (pada masa mendatang, saya tulis tentang cara mengaransemen suara Alto Tenor Bass ini). Berlanjut terus dan saya mulai berani membuat SATB (Sopran, Alto Tenor Bass) yang berjalan sendiri-sendiri tanpa harus selalu mengikuti batang lagunya. Berlanjut terus, saya mulai mencoba untuk accapella sederhana. Berlanjut terus dan belajar terus sampai saat ini, dan belum ketemu titiknya.

Itu tentang pengalaman paduan suara. Nah di vocal group, saya berurusan sama rekan-rekan sebaya yang pada umumnya, “buta” baca tulis notasi. Wew……he..he..he…!

Kawan-kawan saya biasanya hanya mencontek dari kaset, contek habis2an, dan nyanyikan rame-rame. Begitu yang terjadi. Mungkin banyak rekan-rekan di gereja lain juga demikian.

Semangat bernyanyi sangat kuat, tapi referensi untuk bernyanyi sangat kurang. Itu yang terjadi, dan benar-benar terjadi. Walaupun kaset yang di nyanyikan itu adalah lagu yang dinyanyikan penyanyi solo, bodo amat….yang penting contek dan nyanyi. Ga pake suara 2, suara 3, juga ga masalah.

Apakah itu salah????? Ya jelas tidak. Apalagi kalo konteksnya, bernyanyi di gereja. Yang pernting pelayanannya dan ketulusan hatinya toh.

Tapi…….bagaimana kalau koleksi kaset sudah habis ????? jalan satu-satunya adalah menyanyikan lagu dari buku-buku nyanyian gereja. (sekedar info buat rekan-rekan yang belum tau. Gereja di lengkapi dengan buku-buku nyanyian pokok yang selalu di nyanyikan saat ibadah dilaksanakan). Tapi…..lagi-lagi….dinyanyiin dengan lurus-lurus aja. Unisono dan persis kayak biasanya. Apakah ini juga salah???? Ya ngga lah….he..he..he…he….!!!!! yang penting, pelayanannya.

Saya juga berada di dalam kelompok kawan-kawan yang saya ceritakan ini. Dan pernah merasakan sebuah “kejenuhan” akan hal ini.

Sampailah pada suatu saat, saya lupa kapan persisnya, saat itu saya mendengar sebuah lagu dari kaset lama (saya juga lupa siapa penyanyi dan titel kasetnya). Di kaset tersebut, ada 1 lagu barat yang menyanyikan sebuah lagu gereja dan di nyanyikan dengan sangat indah. Berbeda dari konsep paduan suara yang pernah saya dengar. Saya simak lagu tersebut. Dari mendengar, saya prediksi, yang menyanyikan lagu tersebut sebanyak 5-6 orang penyanyi. Di nyanyikan dengan santai dan ringan (bukan accapella). Nah……ini pencerahan baru buat saya.

Setelah mendengar itu, mulai terbersit keinginan saya untuk mempelajari hal ini, supaya dapat dinyanyikan oleh vocal group gereja kami. Tapi…….lagu apa yang mau di obark abrik???? Nah….bingung lagi…..he..h.e…he…he…

Sempat bingung dengan hal ini, akhirnya saya buka buku nyanyian gereja (Kidung Jemaat), nyanyi sendirian sambil main gitar. Sampe sekarang, kl lagi suntuk masih sering begini…he..he…he..!! saat nyanyi2 tersebut, terlintas lagi di benak saya, lagu barat yang saya dengar tersebut. Nah…..mulai semangat….lagu Kidung Jemaat yang saya nyanyiin waktu suntuk tersebut, mulai saya karang backing vocalnya. Karang sehancur mungkin:-)

Mulai kelihatan bentuknya. Makin semangat nyoba-nyoba bikin arransemennya. Dan selesai sudah….!!!!

Pada hari berikutnya, saya undang beberapa teman untuk berlatih lagu tersebut. Ternyata……ga segampang yang saya bayangkan. Teman-teman kagok dan bingung waktu berurusan dengan backing vokalnya, perlahan saya latih lagi, setelah beberapa hari, semuanya bisa, dan di nyanyikan pada saat ibadah di gereja.

Teman-teman lain yang ga saya ajak dan Bapak Ibu jemaat lumayan surprise mendengar pujian dengan format seperti ini. Berbagai dukungan di berikan kepada kami. Dan rekan-rekan yang lain juga tambah semangat untuk ikut berlatih.

Pada latihan-latihan berikutnya, tetap saya terapkan metode lisan aja. Kasih contoh dan latih perlahan-lahan. Begitu seterusnya. Ini karena kawan-kawan saya belum bisa baca tulis partitur.

Saya berpikir dan mencari ide, bagaimana metode latihan yang paling efektif selain cara lisan ini…..teringat oleh saya, bahwa kawan-kawan sangat cepat kalo yang namanya mencontek kaset….nah…ini dia solusinya.

Dengan teknologi paling canggih….he..he…he….saya rekam lagu-lagunya, hanya dengan menggunakan sebuah tape recorder yang 2 deck (punya 2 slot untuk memasukkan kaset).

Cara pertama :

Saya rekam suara sopran dari awal sampai akhir, dengan diiringi gitar.

Setelah itu, saya rekam satu persatu backing vokal dan suara-suara lainnya, dengan di iringi satu kaset yang udah berisi suara gitar dan sopran tadi.

Begitu seterusnya, harus pake 2 kaset, bolak balik setelah isi satu suara, putar lagi, lalu isi lagi. Hasilnya………noise (berisik/berangin) dimana-mana…he..he…he…

Tapi dengan kaset itu, kawan-kawan jadi tambah mudah mengerti sebuah lagu dan arransemennya. Paling-paling mereka akan bertanya kalo ada bagian suara yang kurang jelas. Sangat efektif daripada metode lisan tersebut.

Itulah kecanggihan teknologi yang saya miliki (milik ortu) pada saat itu. Puji Tuhan, walaupun begitu, bisa jadi media kami untuk belajar disini.

Dan puji Tuhan, beberapa tahun terakhir, saya udah punya komputer sendiri, dan beberapa perangkat lainnya. Dan contoh lagu untuk latihan pun, bisa di buat lebih matang dan ga banyak noisenya:-)

Saya bongkar-bongkar beberapa folder, dan ketemu 1 lagu yang udah cukup lama saya rekam. Sekitar 1-2 tahun lalu. Lagu ini di ambil dari lagu Kidung Jemaat no.415 “Gembala Baik Bersuling Nan Merdu”. Semua yang berbunyi saya isi dan rekam sendiri. Seperti biasanya, saya ga peduli soal kualitas, karena ini untuk bahan latihan aja.

Vokalnya hancur-hancuran, karena saya emang ga bakat nyanyi. Musiknya juga hancur-hancuran, karena ilmu musik saya juga masih kampungan.

Ini dia contoh lagunya, silahkan di klik :

MP3 – KJ.415 “GEMBALA BAIK BERSULING NAN MERDU”

Terima kasih buat teman yang menelpon saya hari Sabtu kemaren, membuat saya teringat akan masa-masa ga enak dulu..he..h.e…he..he… rasanya ga cukup-cukup halaman ini untuk saya tulis pengalaman-pengalaman saya. Terima kasih dan selamat melayani. Jangan lupa sampaikan salam saya buat teman-teman disana.

Kalo ada yang baca dan sempat dengar lagunya, silahkan di komentari.

Salam

ANTONI PASARIBU

36 Tanggapan to “Vocal Group Gereja (Mp3)”

  1. Itu rekaman yang berbunyi dari keyboard atau alat musik asli (kyk drum dll). Nuansa daerahnya kental banget ya… huehehe. Kedengeran dari melodi2 yang bang Tony mainkan.
    Cara melatih lisan? Jadi inget, dulu pernah liat group yg latiannya jg lisan gitu. Tapi bedanya begitu mereka diberi contoh dari alat musik, mereka bisa langsung menulis notnya sendiri (solfegionya dah mantab kali itu).

  2. to pak Ongkinata
    kl itu sih, udah mantap Solfegio. Nah, disini malah nyaris ‘buta’ sama sekali,pak.

    Drum-nya, kl saya ga salah ingat, itu pake softsynth bawaan Cakewalk Sonar 5. Namanya CAKEWALK TTS-1.
    Sound lain, pake Technics KN1500, gitar pake gitar KAPOK harga 250rb:-D dan instrumen Kecapinya bs bapak liat di halaman utama (beranda) blog ini.
    Arransemennya emang diminta gitu,pak. Dulu, kawan2 pengennya ada warna2 musik Bataknya:-D jadilah seperti itu. Hancur dimana-mana:-D

    Thanx udah mendengarkan suara merdu saya,pak.
    WKWKWKWKWKWKWKWKWKWK

  3. Saya dari dulu pengen arrange musik sendiri kyk bang Tony tapi karena kesibukan profesi (engineer) jadi selalu susah untuk nyari waktu luang hehehehe, u/ mengutak-atik keyboard atau software2 yang berhubungan dengan itu masih blm sempat. Btw, itu suaranya bang Tony? Pantes… wkwkwkwkwk… Sukses terus, GBU.

  4. Bang Tony, saya mohon pencerahannya… Ini tentang musik etnik Batak yang biasa bang Tony mainkan. Ada hal-hal yang mencirikan musik Batak itu sendiri ga? Misal, dari sisi melodi yang dimainkan apakah untuk mencirikan musik etnik Batak ada tangga nada sendiri (scale Batak misalnya). Trim’s. GBU

  5. To Ongkinata
    saya juga baru belajar sama hal2 yg berbau softsynth gini:-D masih merangkak dan meraba-raba.

    nah…ini dia yang banyak di tanyain kawan2 saya. “gmn membentuk melodi khas Batak??”. saya aja bingung mau menjawab ini:-D ga ada scale khusus. nanti saya bongkar dulu, mencari ciri khasnya dan menuangkannya ke dalam tulisan.

    GBU

  6. ranto said

    Horas lae, TOP BGT euy sample MP3nya..
    Aku lagi dengerin lagunya,nuansa etnis batak terdengar dari suara hesek ya…
    O ya lae,kalau lae mau diskusi mengenai permusikan batak laek aku rekomendasikan komunikasi dengan tulangku (Togarma Naibaho) nomor Hapenya : 08129992207.
    O ya,tulangku ini dulu yang mengiringi musik pada saat acara paskah di istora senayan (sekitar 2007) di Jakarta (Paskah Batak Bermazmur deh kayaknya)…
    Dia sudah buat garantung dan gong(ogung) yang ada do re mi fa sol la si do nya……Dia juga punya sanggar namanya Sanggar Gorga..
    Berharap bisa berguna buat laek….

    Horas,

    //ranto – Berau – Kaltim

  7. to bang RANTO
    makasih bang, udah mendengarkan MP3 odong-odong itu:-D
    itu aku bikin secara instant, dan udah cukup lama. di buat seperti itu, hanya untuk panduan latihan kami disini.
    berarti abang ini, berenya musisi Batak yang terkenal yah……wuahhhh penasaran jadi pengen ketemu:-D
    aku penasaran sama ogungnya:-D baru aja aku tanya2 di http://tanobatak.wordpress.com tentang tuning ogung. sekarang malah nambah referensi dan kontak person yang mantap. makasih ya,bang.
    nanti kalo ada pertanyaan2 dan menghantui pikiranku, akan ku telpon beliau.

    Terima kasih sekali lagi.

    HORAS

  8. Henry R Nababan said

    SETAHU SAYA,
    pada dasarnya tangga nada/solmisasi batak ada lima nada mayor: do,re,mi,fa,sol,itu nada yg sering diulang2, jika kita lihat alat musik batak seperti sarune,sordam,tanganing,ogung nada nya hanya do sd sol (sarunes, sordam lobangnya hy lima), dan kalo kita dengar gondang sabangunan(sarune bolon,tanganing (5 gendang & 1 gordang),ogung 4 & 1 hesek) nadanya hanya do sampai sol makanya kedengaran monoton, seiring dengan masuknya agama kristen, nada batak dipengaruhi nada organ do sd si, tetapi masih tetap nada dominannya do – sol, makanya sy sendiri jauh lebih enak dengar musik uning2an daripada gondang sabangunan,karena uning-uningan sdh didominasi sulim, hasapi dan sarune etek/sarune bulu,sulim bisa 2 oktaf, hasapi 2 oktaf steman sol-re bkn do-mi, sarune etek/sarune bulu 1 oktaf walau hy punya lima lubang tapi nadanya bisa sd 1 oktaf dgn menjepit ipit2 nya(bhs indonya ipit2 apa ya lae pasaribu..?? :)seiring perkembangan jaman sekarang musik batak sdh byk dikolaborasi dgn alat musik modern lainnya keyboard,gitar, drum, saksofone dll. jadi sy RASA yg buat khas musik batak adalah dipengulangan pola irama nada do sd sol dan ritmenya.
    YANG MEMPRIHANTINKAN..
    MUSIK GONDANG SUDAH MULAI PUNAH…Hik.hik..

  9. @Bang Henry R Nababab:
    terimakasih infonya, saya jadi tau inti dasar pentatonik Batak (1 s/d 5). Sempet menebak-nebak waktu dengar mp3 bang Toni (tentunya sambil menahan kesakitan pada telinga akibat mendengar suara bang Toni wkwkwkwk, Just Kidding bang!), dari intro sih sudah kedengeran permainannya sekitar 1(do) s/d 5(sol). Ternyata memang dasarnya itu…

  10. to bang Nababan
    benar sekali,bang. pada dasarnya memang pentatonis. dan benar sekali, perkembangan akibat pengaruh masuknya sebuah agama berperan besar dalam setiap perkembangan musik tradisional.
    adapatasi tangga nada yang lebih lebar menjadi trend yang malah mendominasi.
    IPIT-IPIT ini berupa bambu sebagai sumber bunyi di Sarune (di daerah lain disebut Serunai). mungkin kalo di istilah musik, bisa kita sebut REED (baca : RID) fungsinya kurang lebih sama dengan Reed pada Saxophone atau clarinet.
    Musik Gondang udah mulai punah, ada benarnya,bang,. makanya aku salut bgd sama amang MONANG NAIPOSPOS (http://tanobatak.wordpress.com) yang berjuang mendokumentasikan gondang di Laguboti. aku penasaran ingin dengar dan mempelajarinya.
    aku juga ada beberapa koleksi VCD gondang2 ini. awalnya susah aku beradaptasi, tapi setelah lama2 mendengar, aku juga menyukai kekhasan musik Gondang ini.
    mudah2an kedepannya kita sama2 bisa kembali membudayakan musik Gondang kembali ke bentuk aslinya.

    HORAS

  11. to pak Ongkinata
    he…he…he…he…
    nambah lagi telinga orang yang sakit karena dengar suara merdu saya😀
    wkwkwkwkwkwkwkkwkw

  12. Henry R Nababan said

    To,Bang Andry..
    itu hanya pendapat sy
    terus terang sy jg nga terlalu ngerti ttg musik
    makanya bahasa musiknya ipit2 aja nga tau,,:)
    Lae Tony..
    btw mantap kali kudengar lagunya lae,, macam yg ditivi2 itu
    sdh kaya aransment nya vicky sianipar, salut……..t
    dikembangkan terus lae,,
    maju trus musik batakku….

  13. bonar said

    wah mantab juga lae mp3 nya….mauliate dah…:)

    horas,

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

  14. to bang Nababan
    wuah….tivi apa ni,bang??? tivi rusak yah??? wkwkwkwkwk masih kacau gitu bang.
    tunggu aku bertapa dulu biar bisa sedikit di bawah bang Sianipar itu:-D
    Terima kasih atas dukungannya,bang.

    to bang Sihotang
    kl begini, yabng mantap, gmn yang hancur bang???? heheheheeheh

    HORAS JALA GABE

  15. ranto said

    dh,

    sama-sama lae.
    aku juga orang batak lae,aku marga Banuarea.Mamaku boru Naibaho dan Pak Togarma itu adek mama kandung.Kadang2 yang sangat kusayangkan dari Tulangku itu karena dia datang dari generasi lama (mungkin umurnya sekitar 58 sekarang),saat ini dia agak kesulitan untuk mempromosikan idenya khususnya melalui dunia maya.Aku sih sebagai bere pengen sebenarnya ide2 tulang itu terpromosikan,makanya kukasih info ke lae.
    O ya tulang ini kalau gak salah ya nyetem sendiri Garantungnya,Ogungnya, Heseknya gak tau kalau sulim ya lae..
    Tulang punya cita2 untuk menjadikan alat musik batak diterima,mulai dari dia membuat alat musik batak itu bisa mengiringi semua lagu.Dia punya rencana kalau alat musik batak bisa mengiringi ibadah gereja hari minggu..
    Semoga saja ide dia bisa berjalan lae..

    O ya lae,mgenai MP3nya lae…keren cuma pas kuputar di speaker ada yang agak pecah sih..kalau ada lagi kirim2 ya lae..enak untuk nemanin saat kerja di kantor…

    horas, GB us..

    //ranto banuarea – berau – kaltim

  16. ranto said

    sori lae,maksudnya bukan hesek yang distem tapi sarune..
    kalau hesek biasanya pake besi aja…aku pernah diajakin Tulang make hesek (karena paling gampang) pas lagi manggung di Indosiar (ulang tahun Indosiar sekitar tahun 99an)…
    Lumayan,orang kampung bisa tampil sikit2 di tivi walaupun hanya kena sekali aja hahahahahahahaa…

    horas,

    //ranto

  17. to bang Ranto
    aku jd sempat mikir tadinya, hesek di stem? Jujur aja, aku ga ktawa, malah benar2 mikir, tuning instrument yg mana yg di ikutin hesek itu.
    Hmmm….Kayaknya memang harus benar2 ketemu langsung sama amang itu. Biar dapat cipratan ilmu:-D
    saat ini aku msh fokus mempelajari salah satu musik tradisional daerah Kerinci ini,bang. Ada yg mau ku coba untuk di angkat. Yah…Msh proyek non profit:-D
    nanti jika fokusku ini udah selesai, akan aku follow up amang itu:-D kl sekarang, bs ngaco isi kepalaku…he..He..He..He….
    Dulu aku jg sempat ngobrol2 dgn seniman senior Korem Sihombing, banyak hal2 yg kami obrolin bs jd pencerahan buat aku. Sehingga menjadi salah satu motivasiku untuk makin suka sama musik tradisional. Dan msh banyak lg senior2 yg aku temui.
    Sekarang nambah lg link super senior yg bs ku hubungi. Makasih,bang.

    Mp3 itu ada yg agak peak, mungkin saat aku konvert ke mp3 yg jd masalah,bang.
    Nanti aku cari2 lg dataku. Krn yg gini2, udah lama bgd. Mudah2an msh ada.

    Horas

  18. ranto said

    siplah lae..
    kalau ndak salah tulang korem sihombing kenal juga kok sama tulangku lae..
    Btw,kapan2 aku boleh hubungi lae di hp ya?

    //ranto

  19. Henry R Nababan said

    sama lah kita lae pasaribu, sy jg mikir hesek apanya yg distem,kalo ogung ok lah,
    krn setahu sy hesek itu hy potongan besi & skrg byk diganti pake botol bir,
    (minum dl isi bir nya br dipukul pake sendok ato sejenisnya jd lah hesek..)

    lae ranto
    ok bgt, salut buat antusias nya semoga musik batak kita tetap lestari, jgn sampai punah
    mantap donk msk tivi,,
    setahu sy musik batak tidak dilarang dimainkan digereja,
    di HKBP petukangan saat2 tertentu di pake mengiringi acara kebaktian

  20. ranto said

    heheheheee betul lae hendri…awak yang salah…
    dimaafkanlah ya :)tapi sudah awak konfirmasi ulangkan hehehehehehee…
    Ya waktu itu bangga kalilah lek,jaman2 tak enak dari kampung trus diajakin ke Indosiar.Awalnya sih diajakin untuk dekorasi aja trus pas mereka lagi gladi kotor,ternyata pemain heseknya gak ada jadilah awak diajukan sama tulang(waktu itu berdua sama adikku) untuk megang hesek…
    Padahal baru kali itu megang hesek hahahahahahaa…

    Tapi jujur aja lae,aku senang kali dan antusias kalau dengarin musik batak. Kalau aku ke Jakarta dan kebetulan mampir ke tempat tulang,pasti ngobrolin tentang kasanah batak lek…
    Itung2 nambah pengalaman orang muda kayak awak ini lek…

    horas,

    //ranto

  21. Henry R Nababan said

    kalo bisa jgn cuma antusias mendengerkan hrs bisa memperdengarkan alias memainkan,
    kalo bkn kita yg muda berusaha siapa lagi yg mewarisi musik batak kita itu lae,,

    sy jg setelah di bdg-jkt sy belajar musik batak, malah di kampung nga pernah,
    kenal nya thn 98,kira2 5 thn sy belajar, puji Tuhan sdh bisa mainkan hasapi & sulim, walau msh pas-pasan

    btw lae kerja ditambang?

  22. ranto said

    Awak sebenarnya pengen kali lek belajarnya…
    Cuma:
    1. keterbatasan waktu lek pas awak kuliah dulu jarang2 juga ke Jakarta..
    2. Kata tulang,awak gak berbakat lek…tapi adik awak yang nomor 2 dan adik sepupu bisa maen garantung lek…:)

    Ditambah sekarang sudah tidak bisa berkeliaran di Pulau Jawa.
    Jadi sekarang awak hanya bisa memperdengarkan keorang2 disekitar awak melalui koleksi2 instrumen batak awak dan tambahan dari laek antoni…minimal orang2 di kantor mengenal musik bataklah lek…

    Betul lae awak kerja di Tambang,posisi awak ada di Berau – Kaltim. Kalau lae sendiri?

    Awak sebenarnya pengen banyak berguru dengan lae antoni untuk maenkan musik batak di keyboard awak..soalnya awak punya angan2 pas acara2 punguan disini,awak mainin keyboardnya dengan sedikit khas bataknya…

    Dulu awak belajar main organ saja jadi kurang mahir maen keyboar laek…
    cuma sekarang pengen kali bisa maen keyboard…

    horas
    //ranto

  23. Henry R Nababan said

    kuliah dmn dulu lae,
    sy kerja dipersh kecil ditambang batubara, dikaltim & kalteng
    tp sy kebykn stay dijkt,
    sy geo’98 Unpad

    prinsipnya asal ada kemauan
    apalagi lae sdh bisa main keyboard, yg lain sy rasa nga telalu susah.
    sy jg dl gitu, ketambang sy bawa sulim,
    manjat keatas pohon, mainkan sesuka hati
    biar sumbang nga ada yg dengar,
    pengalaman sy bljr dirumh dijkt pernah atap rmh dilempar ama tetangga soalnya berisik,
    so lae hrs yakin..tdk ada kata terlambat bt belajar, btul khan lae..?

  24. ranto said

    hahahahahhahaaa lae….
    Aku Tambang ITB98..
    mungkin kalau dirunut2 kita bisa jadi kita pernah ketemu lae..
    lae kerja di tambang mana?
    sekarang kerja dimana lae?
    Klau main sulim,aku betul2 nyerah lek soalnya sering pusing pas nyobain membunyikannya lek..
    Aku sebenarnya pengen belajar garantungnya aja lek,karena mirip2 sama maen keyboard apalagi garantung yang dibuat tulangku itu udah 2 oktaf kromatik heheheheheheee…tapi selalu gak pernah sempat lae..

    Lae kenal sama Mateus Nababan?dia sekarang kerja di Antam..
    biar lebih enak kita tukar2an nomor hape dan alamat emaillah..
    Nomorku: 081370098330 untuk email : rantosb@beraucoal.co.id

    horas,

    //ranto

  25. He..He..Ketinggalan banyak aku. Sama2 orang tambang rupanya abang2 ini:-)
    aku dr kecil, ‘dipaksa’ suka musik Batak oleh bapakku. Maksanya dgn cara : “Ton, ambil dulu gitar, iringi bapak main hasapi!” he..He..He..He.. Saat kawan2 lain main gitar dgn lagu Slank, awak main lagu andung2. Wkwkwkwkwk…….!
    Tapi puji Tuhan, itu jadi ‘modal’ ku untuk bermusik. Jd punya banyak referensi musik.
    Aku malah main garantung yg bingung:-D susunannya terbalik. Nada tinggi ada di sblah kiri. Benar2 ky orang bodoh aku belajarnya:-D
    dulu aku jg bikin garantung sendiri 1 oktaf. Awalnya cuma untuk pendukung karya ilmiah sewaktu ikut salah satu pertandingan fisika, tp lama2 aku jd ketagihan belajarnya secara terbalik.
    Hesek di stem! Bisa jadi koq,bang. Walaupun hanya potongan besi. Pada prinsipnya, semua bunyi pasti memiliki nada. Dan sbuah musik utuh, harus di tuning sbaik mungkin, agar bs jd harmoni yg mantap. Makanya aku penasaran tuningnya ikutin yg mana:-D
    kl aku ke Jakarta, harus jamz sesion dulu aku sm ab, biar ku kejar nafas suling ab di keyb:-D

  26. Henry R Nababan said

    lae Ranto,
    Kami hy prshan kecil lae,
    di kaltim ada Bara Setiu Indonesia, dikalteng Kekal Adidaya, Dipalembang Bara sentosa lestari(PKB2B),baru satu yg sdh nambang BSI di Grogot-kaltim,

    belajar dr alat nya kecil aja dl sulim & hasapi, jd bisa dibawa2 & belajar dmn aja, yg penting
    belajar dl dasarnya, sy jg dl pusing sampe kunang2 pertama belajar sulim, skrg jg nafasnya msh kurang hrs didoping ama tuak ato bir🙂
    matius blm kenal, sy ada jg bere geologist diberaucoal namanya erikson tampubolon, ada jg thomson sagala,
    sapa tau kalian bisa marmitu sama2🙂
    081317299357
    henry_ralwin@yahoo.com

    lae pasribu
    pasti lae kita marmitu/marende minum tuak,sblm lae ke jkt tlg dikbri, spy bisa atur jadwal krn sy msh sering keluar kota,

  27. Ok,bang. Kl ada waktu, keperluan dan dana, aku pasti ke Jkt dan ku kontek ab.

    Btw, bere2 ab itu, dua2nya kena ke aku. Tampubolon : mamakku boru Tompul.
    Sagala : yah, sama2 bor2nya kami.
    Bere di urun drmn,bang?

  28. Agus Widjaja said

    Puji Tuhan…anak Sungai Penuh yang luar biasa……selamat dan jangan lupa pelayanan juga harus lebih mantap…sambil dengerin KJ415

  29. Henry R Nababan said

    ok lae..

    mamaku jg boru tampulon
    jd kami marsiberean. sian tulang ni ompung namburu ni bapauda siampudan na marpariban.:)
    btw trio golden heart itu sapa lae. lagunya kyk bole jg di jadiin NSP🙂

  30. @ pak Agus Widjaja
    Puji Tuhan juga, dari dulu saya dapat dukungan juga dari Bapak…
    terima kasih buat dukungan dan doanya,pak.
    masih amatiran webnya nih, pak😀

    to bang Nababan
    wuih…tuturnya udah kayak di lagu tri Golden Heart itu bang😀 jauhhhhh
    Trio Golden Heart, kata Bapak aku dan kawan2 satu angkatannya adalah salah satu perintis trio lagu Batak.
    kl ga salah, salah satu anggotanya adalah seniman/pencipta lagu2 Batak populer : DAKKA HUTAGALUNG. itu kl ga salah,bang ;-D
    soalnya kaset2 yang aku terima, ga ada covernya lagi. kasetnya aja udah jamuran….he..h.e…

  31. misbahul munir said

    mas aku salut dengan mas karena spendapat dengan saya bahwasanya musik bersifat universal tidak memandang apa itu warna kulit, agama,bangsa atau yang lain-lain.kalau itu adalah hobi maka jenis kelamin dimata saya adalah sama.maaf mas kalau saya mungkin terkesan seperti oarang ceramah.hidup atau mati untuk musik.merdekaaaaaaaaa!

  32. to MISBAHUL MUNIR
    musik bagi saya emang suatu yang universal. ga ada batasan.
    jujur aja, saya juga pernah main musik Qasidah, grup Gambus, dan grup2 bernuansa islami. tapi yang saya lihat adalah nilai seni dan pesan universal yang ada di kesenian tersebut.
    merdekaaaaaaaaa😀

  33. munir said

    horas bang! kenapa aku baru dipertemukan dengan bang antoni sekarang, tidak dari dulu padahal dulu keluhanku tentang keyboard banyak.bang jangan bosan2 kalau aku sering tanya dan mungkin pertanyaan saya tidak berbobot.thanks bang

  34. Horas juga bung Munir.
    ngomong2, tinggal dimana? dan main keyboard cuma hobi atau main organ tunggal?
    punya keyboard apa?

    heheheehe… banyak yang saya kenali berkat blog sederhana ini. dan banyak manfaat positif yang saya dapatkan. mudah2an begitu juga buat rekan2 para pengunjung blog sederhana ini.

    Sebuah pertanyaan berbobot, di awali dengan pertanyaan yang tidak berbobot😀

    Semoga blog ini bermanfaat buat kita semua

  35. horas…
    salam kenal dari ku Tien Hock Sinaga
    tinggal di Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung (babel)

    aku mau nanya ke teman2 sekalian
    biasanya untuk keyboard acara batak (Karo, Tapanuli, Simalungun)
    kebanyakan pakai technics atau korg
    aku punya psr s900 yamaha
    bisa gak seperti bagus nya main di technics atau yang lain?

    tolong dong kalo ada info2 teknik bermain yang bagus di yamaha….
    dan sekalian style nya dikirim dong ke tienhock_sinaga@yahoo.com
    makasih…

  36. Daud Sitorus said

    salam kenal bro..
    aku mau sharing aja even paling gress yakni Pesparawi Nasional Samarinda. Aku ikut tangkai lomba vocal group. Aku miris pas ngeliat peserta lain. Aku malah mikir, “lho kq lebih ‘wah’ festival vocal group lokal di lampung (aku dari lampung)”..Aku tanya pelatihku ttg ini,katanya..image pesparawi ‘turun’ bagi para arranger voc group yg ‘bener’.jadi mereka males terlibat di pelayanan pesparawi..kalo ngeliat peksiminas (pekan seni mahasiswa nasional),wah timpang abis.padahal peksiminas itu sekuler.aku si berharap para arranger VG rohani supaya bisa lebih lagi terlibat di pesparawi agar apa yang di sajikan pesaparawi bisa lebih lagi untuk Tuhan.
    God bless.

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: