SOLFEGIO

blog ini sudah dipindahkan ke : www.blog.solfegio.com

  • Antoni Pasaribu

    Click Here
  • Donasi Melalui Rekening :

    0164635773
  • Tuliskan alamat email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel terbaru lewat email Anda

    Bergabunglah dengan 177 pengikut lainnya

  • Klik

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
  • Facebook

  • Klik :

    www.solfegio.com
  • Negara Pengunjung :

    free counters
  • Solfegio Studio

Musik Indonesia Mengalami Kemunduran???

Posted by Antoni Pasaribu pada 21 Maret 2009


Kemarin pas lg istirahat siang, ga sengaja nonton infotainment (kayaknya di Indonesia ini 24jam ada acara nggosip yah…Wkwk).
Di acara tsb di tayangkan beberapa band anak muda yg lg tenar saat ini. Band tsb mengusung nuansa melayu dalam lagu2 mereka.
Trus ada lg yg memberi pendapat di acara yg sama, menyatakan bahwa bentuk musik yg demikian mengindikasi kemunduran musik Indonesia….! Nah lho…..¿¿¿

Trus hari ini ada acara kompetisi lagu UNTUK anak-anak di salah satu stasiun tv swasta.
Tapi…… Ada yg memperhatikan BAGAIMANA MATERI-MATERI LAGUNYA??? Apakah sesuai untuk anak-anak???
Apakah ini di sebut kemajuan??
Dimana lagu Balonku Ada Lima? Cicak di Dinding? Naik Ke Puncak Gunung? Naik Delman? dll???
Prihatin jg mendengarkan anak2 menyanyikan lagu tentang pacar, tentang putus cinta, dan lagu2 yg secara psikologis idealnya dinyanyikan oleh orang dewasa?

Jadi, MENURUT ANDA, DARI 2 CERITA DIATAS, YG MANA SEBENARNYA YG MUNDUR???

APA PARAMETER UNTUK MENENTUKAN MAJU MUNDURNYA MUSIK INDONESIA????
Bukankan Melayu adalah salah satu akar budaya Indonesia??? Hehehehe

Silahkan berikan opini Anda.

15 Tanggapan to “Musik Indonesia Mengalami Kemunduran???”

  1. thetamami said

    okeh gw setuju…
    g cocok jg anak2 membawakan lagu2 org dewasa,like tema cinta2an gt…
    itu semua hanya utk kpntingan komersiil bg org2 dbalik panggung,,,lg2 exploitasi muncul dEra serba modern ini…kasus PONARI aj msh bingung,,
    memang sih smua itu utk ujung2ny duwit,,yg kbanyakan org blang jika materi itu sgala2ny,,,tp inget materi bukan segalany….
    just b yourself n beriman

  2. terima kasih atas komentarnya,pak/bu.
    saya juga setuju, dunia entertainment demikian sudah mengandung exploitasi yang perlu di benahi

    Salam Sukses

  3. kpe05001 said

    Hmmm… Sebenarnya materi lagu2 untuk anak2 jaman sekarang ada jg yang bagus2 seperti lagunya Alika (udah tau blm??? jgn2 pada belum denger jg ckckck, klo ga salah salah satu judul lagunya “Sahabat Sejati”), namun sepertinya kurang terekspos, tidak seperti lagu pada jaman Joshua dan Sherina. Di satu sisi, skrg tampaknya kita butuh composer2 untuk materi lagu untuk segmen anak2, di sisi lain, saya jg bingung, malah materi2 musik seperti disebutkan lae (ttg cinta dsb) malah digandrungi.

    Dari sisi komposisipun menurut saya, terjadi kemunduran. Musik2 skrg terkesan asal2an (tdk semua, tapi mulai banyak bermuncula tetapi masih ada yg bagus seperti Kerispatih, Yovie & Nuno, dll), selain itu banyak grup yg kehilangan “cita rasanya”, sebut saja DEWA atau PADI yg “selera” musiknya mulai berubah ke arah yg menurut saya tidak lebih baik dari sebelum2nya.

  4. Dunia komersil seringkali mengalahkan idealisme & music education yg positif bagi masyarakat:-D

    Saya baru dengar tentang Alika tsb,bang😀 msh ada yg jual ga yah albumnya? Saya mau beli…!

    Makasih atas komennya,bang.

  5. Untuk Alika, bisa dilihat di sini lae, coba lihat http://www.sahabatalika.com/

    Ralat, salah satu lagunya “Sahabat Tersayang”, bukan “Sahabat Sejati”. Kalau dari sisi komposisi sih ga usah diragukan…😛 Yg garap bang Elfa jg lae kek Sherina dulu…

  6. Baca jg ini:
    http://www.halamansatu.net/index.php?option=com_content&task=view&id=362&Itemid=50

  7. RoNz said

    Menurut saya..

    Mengangkat kembali musik2 zaman dulu bukanlah kemunduran.😀

    Kemunduran terjadi pada cerita anak2 tsb, karena lagu anak2 sudah tidak bisa menarik perhatian anak2 lagi.

  8. Jhony Charl Marbun said

    dalam hal ini apakah anak2 dipersalahkan ? jawabannya ya ,karena anaknya sendiri yang mau membawakan lagunya. jawaban tidak ,karena group band dewasa melegalkan ke semua kalangan masyarakat ,harusnya ada peringatan tidak boleh dinyanyikan anak2 dibawah umur 12 tahun wkwkwkwkkkk😀

  9. @bung Ongki :
    thanx,bung. Saya ga up to date nih tentang Alika😀
    nanti saya susur.
    Master Elfa? Wow… Sampe skrg saya ngrasa msh beliau yg paling asik kl ngarr bigband😀 kayaknya hrs beli nih cdnya Alika.

    @Ronz :
    thanx bro. Aku suka kalimat terakhirnya. Good point.

    @ bang Marbun :
    hehehehe… Lucu jg ya bang. Di OT aja saya pernah dengar anak2 nyanyi lagu Belah Duren😀
    memprihatinkan

  10. INTIZOM said

    LAGU..sebenarnya merupakan sesuatu yang selalu roll on..,masa-kemasa punya jaman keemasan. lihat adi bing slamet..,betapa jaya masa kecilnya dengan lagu-lagu yang selalu bersemangat buat anak-anak pada jamannya. seiring jaman, perkembangan LAGU juga seiring dengan perkembangan teknologi infomasi. dengan banyak media player yang dapat di akses..,membuat anak-anak sekarang tak mengalami kesulitan dalam menela;ah,dan menghapal sebuah LAGU..,dan tentu tanpa memandang batasan untuk usia, mereka nyanyikan lagu yang sepantasnya kadang untuk DEWASA. ironi memang..namun, itulah jaman..dan sekali lagi..dunia komersil tampahnya memang lebih memilih materi ketimbang solusi morilnya.

  11. yayan said

    Orang2 jika melihat anak2 menyanyikan lagu dewasa mereka akan berkata wah hebat ya bisa membawakan lagu si anu. Tapi coba deh dengerin dan perhatikan lg jika anak2 itu sedang menyanyikan lagu dewasa vokal dan penjiwaannya kacau balau.Dan yg lebih kacau lagi mereka diberi komentar ” kamu bagus coba ditingkatkan lagi ya “. Dan yg lebih parah lagi acara itu adanya ditelevisi.

  12. Jhony Charl Marbun said

    Sebenarnya ini semua terjadi karena perkembangan Media Televisi ,coba lihat tahun 80 an yang ada cuma TVRI dan jarang sekali memutar lagu2 itupun yang ada cuma KAMERA RIA ,ANEKA RIA SAFARI beda bgd dengan skrng gak mengenal waktu semua station TV berlomba menampilkan band2 baru mau pagi, siang ,malam

  13. anto said

    kalo saya liat, yang mundur tu di musik dangdut… berapa banyak musik dangdut yang baru dan bener2 baru yg jadi hits, malah lagu sms dari minang record yg bikin meledak ataupun kacing garong yg notabene adalah lagu daerah, artis dangdut banyak tapi nyanyiin recycle semua dari lagi lawas, malah ridho rhoma ikutan latah nyanyiin Menunggu…yg malah sebenarnya ditenarkan oleh artis OM PALAPA trio cabe rawit yg juga dari daerah-Organ TUnggal lagi sama kayak sms nya ria amelia… hidup ortung….jaya kibordis

  14. fender said

    helo mas Antoni, pengen nanya nih, kenapa sih di indonesia sekarang ini musik yang disajiin itu2 aja? mungkin orang2 berkualitas masih banyak yang pantes buat ditampilin, ya yang bisa membuat perbedaan gt, atau industri musik itu melihat selera orang-orang yang mayoritas menyukai musik pop? bisa aja kemunduran itu karena salah satunya tidak ada perbedaan dan perubahan dari musik yang ditampilin. jawab ya mas ke email saya. thank.

  15. manchy said

    bukannya sya sok hebat atw gimn kan ga da salahnya untuk mencoba menjawab pertanyaan yg di ajukan dan sya rasa cukup menarik.. hhehee.
    dan menurut rasa sich musik di Indonesia makin lama makin mengalami kemunduran, mengapa sya katakan demikian dilihat dari segi penataan aransement begitu monoton, dan hanya mengandalkan syair-syair atau lirik, dan saya juga mengambil keputusan kalau musik di indonesia jaman sekarang menomorsatukan lirik di banding kwalitas musik atau aransement itu sendiri, mungkin saya bisa mengambil beberapa sample ya… dari band2 masa lalu… mgkin msh ada yang eksist sampai sekarang dan adapun yg nggak, seperti voodoo, Boomerang, gong 2000, kantata takwa, gigi, power metal, dr PM, dewa 19, pas band, arwana, kla projek,dan masih banyak lagi… dan mari kita bandingkan dengan band2 jaman sekarang yang memiliki format pop melayu… hehehe piss…

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: