SOLFEGIO

blog ini sudah dipindahkan ke : www.blog.solfegio.com

  • Antoni Pasaribu

    Click Here
  • Donasi Melalui Rekening :

    0164635773
  • Tuliskan alamat email Anda untuk mendapatkan pemberitahuan artikel terbaru lewat email Anda

    Bergabunglah dengan 177 pengikut lainnya

  • Klik

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
  • Facebook

  • Klik :

    www.solfegio.com
  • Negara Pengunjung :

    free counters
  • Solfegio Studio

Menggantung Line Array dengan cara berbeda

Posted by Antoni Pasaribu pada 24 Maret 2010


Oleh Emir F. Widya

Salah seorang rekan sound engineer menghubungi saya dan menanyakan dapatkah saya membantu Harvest Internasional yang akan mengadakan Summer Mission ke Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Timur. Ini kesempatan baik untuk menambah wawasan dan kontak baru di daerah, tanpa pikir panjang lagi, saya terima permintaan beliau.

Menggunakan Line Array

Satu bulan sebelum hari pelaksanaan tour tersebut, saya di hubungi  oleh pemimpin rombongan mereka. Saya mendata banyak hal dari apa yang akan mereka pentaskan hingga peralatan mereka, dan yan gtidak kalah pentingnya bagi saya, saya juga ingin mengetahui apa yang mereka harapkan dari Summer Mission ini. Ternyata acara yang akan mereka selenggarakan tidak berbeda dari apa yang pernah saya ikuti bersama dengan Impact World Tour di New Zealand dan Australia. Dalam hati saya berpikir “Tenang, tenang, cukup sudah pengalaman saya belajar di luar negeri, sekarang saatnya menerapkan apa yang saya banyak pelajari.

Mengenai alat apa yang mereka akan pergunakan, mereka terutama menginginkan menggunakan line array speaker, karena mereka berpikir speaker ini ringkas dan mudah dibawa. Saya menyarankan agar mereka membeli line array Real K-Max 2610, walaupun cukup banyak seri dari K-Max, namun saya menyarankan ini karena line array ini cukup baik kualitas suaranya, bahkan lebih dari apa yang saya harapkan jika saya bandingkan dengan harganya yang sangat ekonomis. Kelebihan lain yang utama bagi saya, bagian sisi kiri dan kanan line array ini dilindungi oleh panel aluminium anodize, sehingga dapat mengurangi kerusakan pada badan dari line array ini. Permintaan khusus dari mereka adalah sistem ini harus dapat dibongkar pasang dengan cepat, tetapi cukup ringan karena akan dibawa bersama-sama dengan rombongan, masuk ke dalam bagasi pesawat. Waduh saya sudah menduga total berat sistem yang akan kiba bawa adalah 500 sampai 700 kg. Tetapi mereka menenangkan saya, karena jumlah personel team mereka ada 40 orang, dan mereka hanya membawa tas kecil yang dapat dibawa masuk ke dalam kabin pesawat.

Lalu berapa jumlahnya? Saya bertanya kembali, di mana mereka akan mengadakan acara ini dan berapa jumlah orang yang akan hadir? Jawab mereka, acara akan diadakan di lapangan sepak bola di beberapa kota di NTT dan Kaltim, untuk jumlah penonton yang diharapkan adalah 10.000 sampai 15.000 orang. Saya terkejut, wah ini tidak main-main, jumlah sedemikian paling tidak membutuhkan dua buah sub woofer line array di kiri dan di kanan panggung, beserta 8 line array di kiri dan di kanan panggung. Namun mereka hanya menginginkan 4 buah line array di kiri dan di kanan panggung saja, ini lebih disebabkan karena keterbatasan bagasi yang mungkin mereka bawa. Beberapa hari kemudian mereka membeli line array tersebut dan membuatkan flight casenya.

Power Tahan Banting

Pada saat mereka menanyakan power apa yang cukup baik sesuai dengan aplikasi mereka? Saya teringat satu merek yan gmenurut promosinya memang tahan di banting, bukan hanya tahan banting. Apa benar promosinya demikian? Siapa yang mau mencoba power sejumlah ribuan US$ lalu kita banting? Tentu saja tidak ada yang rela, dan ini mungkin hanya sekedar kita saksikan dalam video saja.

QSC RMX dalam sebuah video promosi mereka, mereka lemparkan dari gedung berlantai 6, dan setelah mereka lemparkan mereka tes kembali dan power tetap berbunyi.

Ini terbukti setelah rak power kami jatuh dari atas truk di sebuah lapangan bola di Betun NTT, beberapa rekan sudah pusing melihatnya. Tetapi saya katakan power tersebut akan jalan dengan baik. Dan terbukti power tersebut tetap berbunyi dengan baik,  tanpa cacat pada suaranya, hanya rumah powernya saja yang cacat sedikit-sedikit.

Gantungan tanpa fly bar

“Pak bagaimana kalau kita gantung line array-nya?”, tanya kepala rombongan kepada saya. Jika saja pertanyaan ini ia tanyakan 1 bulan sebelumnya tentu saja tidak menajdi masalah, namun ia tanyakan pertanyaan ini menjelang 4 hari sebelum keberangkantan kita ke NTT. “Ya tentu saja lebih baik hasil suaranya Pak, dapat menjangkau area yang lebih luas”, jawab saya. Kemudian beliau menjawab, “ baik kalau begitu kita gantung saja..”. “Waduh bagaimana ini…?”, pikir saya. Segera saya hubungi distributor Real dan saya tanyakan fly bar untuk seri 2610, ternyata mereka tidak mempunyai stoknya.

Pusing kepala saya dibuatnya, dengan segera saja saya memikirkannya, dan sebuah ide terlintas, bagaimana kalau kita mengkombinasikan round sling dan tie down ratchet. Yah.. apapun harus jadi di lapangan, seperti dalam foto, terlihat bagaimana kita menggantungnya. Tapi mohon jangan ditiru ya rekan-rekan, ini hanya secara darurat saja.

Rekan Luki sedang mengangkat bagian belakang line array dengan mengubah ketegangan tie down ratchet

Rekan Luki sedang mengangkat bagian belakang line array dengan mengubah ketegangan tie down ratchet

Round sling sepanjang 1 meter untuk mengangkat bagian depan

Round sling sepanjang 1 meter untuk mengangkat bagian depan

Hasil akhir tampak gantungan line array, walau tanpa fly bar

Hasil akhir tampak gantungan line array, walau tanpa fly bar

===========================================================

Penulis adalah pemilik dari 7 Konsultan & Kontraktor Tata Suara dan saat ini juga menjadi konsultan sound system untuk Asosiasi Sound Engineer Rohani Indonesia dan PT PCM. Penulis dapat dihubungi di : tujuh10@hotmail.com

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: